Puslapdik– Mahasiswa penerima KIP Kuliah mempunyai peluang yang sama dengan mahasiswa bukan penerima KIP Kuliah untuk berkesempatan mengikuti semua Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), seperti pertukaran mahasiswa, magang industri, mengajar, membangun desa, proyek penelitian dan sebagainya.
Bila mahasiswa penerima KIP Kuliah mengikuti salah satu program MBKM, biaya pendidikannya, yakni Uang Kuliah Tunggal atau UKT tetap akan dibayarkan pada perguruan tinggi dimana mahasiswa itu berkuliah agar tetap teregistrasi.Begitu juga dengan biaya hidup, tetap akan dibayarkan.
“Bila biaya hidup selama program MBKM berlangsung lebih besar dari bantuan biaya hidup pada KIP Kuliah, maka kekurangannya ditanggung program MBKM, “kata Abdul Kahar, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, pada Puslapdik Menyapa Penerima KIP Kuliah Merdeka yang disiarkan di kanal Youtube puslapdik kemendikbud ri beberapa waktu lalu.
Pada Program Kampus Merdeka tersebut, mahasiswa berpeluang kuliah selama satu semester di program studi yang berbeda pada perguruan tinggi yang sama atau 2 semester untuk menempuh pembelajaran pada program studi yang sama atau berbeda di perguruan tinggi yang berbeda atau pembelajaran di luar perguruan tinggi, seperti magang industri, mengajar, membangun desa, dan lain-lainnya.
Dikatakan Abdul Kahar, sistem KIP Kuliah di Puslapdik sudah terintegrasi dengan sistem Kampus Merdeka di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
“Akan otomatis terdata di sistem Kampus Merdeka bila ada mahasiswa penerima KIP Kuliah mengikuti program Kampus Merdeka, “ujar Abdul Kahar.
Namun, Abdul Kahar mengingatkan, mahasiswa yang berminat mengikuti Kampus Merdeka harus memastikan, program Kampus Merdeka yang diikutinya bermuatan nilai kredit semester atau ada SKS-nya sehingga saat kembali ke kampus, nilainya bisa dikonversi dan mahasiswa tidak perlu melakukan perpanjangan studi.
Baca juga :
- Penetapan Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Harus Selektif
- Inilah Mahasiswa yang Berhak Memperoleh Bantuan KIP Kuliah Merdeka
MBKM Ungkap Talenta Mahasiswa
Dipaparkannya, Program MBKM merupakan terobosan Menteri Nadiem Makarim dengan memberi kesempatan yang luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-citanya.
“Mungkin si mahasiswa di prodi A misalnya tapi punya passion atau talenta lain yang belum tergali,nah melalui MBKM ini, talenta si mahasiswa di luar prodinya bisa tereksplorasi, “katanya.
Ditegaskan Abdul Kahar, perubahan di masa depan itu sangat cepat yang tidak bisa diikuti dengan perubahan kurikulum. Karena itu, mahasiswa perlu terus mengupdate dirinya sendiri, mengekslorasi potensi dan talenta dirinya yang mungkin tidak tercukupi di prodi yang diikutinya.
“Kalau mahasiswa tidak mengupdate diri, hanya fokus pada bidang studinya saja, boleh jadi tidak relevan lagi dengan tuntutan masa depan atau tidak pas dengan passionnya, “papar AbdulKahar.
Abdul Kahar juga mengingatkan, perkembangan jaman yang sangat dinamis saat ini membuat akan lahirnya banyak pekerjaan baru namun juga akan hilangnya banyak jenis pekerjaan yang saat ini ada.
“Mahasiswa harus terus mengupdate diri. Hanya ada dua jenis orang yang akan berhasil di masa depan, pertama adalah pembelajar yang cerdas dan kedua pembelajar yang cepat, “katanya.
Abdul Kahar mengajak para mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk menjadi agen perubahan, setidaknya mengubah nasibnya dan nasib keluarganya menjadi lebih baik.
“Mahasiswa penerima KIP kuliah ini berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin. Dengan KIP Kuliah, diharapkan bisa mengangkat diri dan keluarganya dari kemiskinan. Karena itu pula, saya menulis buku, bahwa beasiswa bisa memutus mata rantai kemiskinan, “ungkap Abdul Kahar.
Untuk itu, lanjutnya, mahasiswa penerima KIP Kuliah, selain harus selesai kuliah tepat waktu sesuai durasi bantuan yang diberikan, juga diharapkan punya prestasi akademik maupun akademik. “Program MBKM merupakan peluang yang diberikan pemerintah untuk mewujudkan semua itu, “katanya.